Sabtu, 12 Juni 2010

Untuk Ustadzku tercinta...

Untuk Ustadzku tercinta...APRI AKHMADI

Ustadzku,

engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa, begitu banyak jasamu kepadkami, namun tak pernah ada balasan setimpal yang engkau peroleh dariku. Sungguh kami menyesali semua itu, kenapa kami tidak pernah membahagiakanmu, bahkan hanya kekesalan yang engkau peroleh ketika menyaksikan tingkah lkami kami ketika engkau mengajariku, begitu malasnya kami mengerjakan setipa pelajaran yang engkau berikan ketika belajar TPA, tingkah kami sering kali pula membuatmu hampir berputus asa, dalam membangun dan mencetak generasi insan yang Qur’ani.

Ustadzku

Engkau tidak pernah membutuhkan kata-kata indah dan tiupan seruling selamat datang untuk menyambut kedatanganmu. tapi kami terkesima karena ternyata engkau masih tegar dan ternyata terus tegar dan tabah mendidik kami dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang, meskipun imbalan yang engkau terima tak pernah cukup untuk menghidupi di rimu.

Ustadzku..

Jangan pernah kau lupakan TKA/TPA Al-Muthmainnah ini, karena di sinilah kita awali perjumpaan kita..dari engkaulah kami dapat membaca Al-Fatihah, An-Nas bahkan Al-Baqarah, engkau mengajari kami bagaimana tata cara wudlu, sholat dan masih banyak yang lainnya..
Ustadzku..
Kami tak kan pernah melupkan satu kue brownis yang engkau beri ketika belajar TPA..dan kami kan selalu ingat betapa engkau semangat dalam mengajari kami bernyanyi..tepuk anak shilih yang kau ajarkan ke pada kami, akan kami jadikan pedoman dalam ketauhidan kami.

Ustadzku,

saat ini ketika kami mulai mengenal arti kehidupan ini kami baru menyadari siapa dirimu sebenarnya, ketika perjalanan hidup kami yang berliku-liku ini memberi kami banyak pelajaran berarti.

Ustadzku,

kuharap engkau masih mengingat kami, karena kami juga selalu merindukanmu, selalu mendo’akanmu. Dan sebelum kuakhiri tulisan ini izinkan kami memohon do’amu agar harapanmu dulu bisa ku wujudkan, karena kami yakin tiada yang bisa lebih membahagiakan seorang ustadz kecuali melihat anak-anak didiknya berhasil, dan kami benar-benar ingin membahagiakanmu. Wahai Ustadzku, tahukah dirimu, bahwa engkau adalah pahlawanku?

BYE..SANTRI TPA

ulang tahun ustadz dan sahabat


Teruntuk Sahabatku tercinta..APRI AHMADI

Assalamu ‘alakum sahabat…

Semoga saat engkau membaca tulisan ini, engkau dalam keadaan tersenyum. Karena Allah telah menghadirkan kembali rasa sayang serta KasihNya padamu. rasa yang sama saat kita selalu bersama, menjalani hari – hari penuh lelah, merangkai senyum dalam keletihan. Namun, kita menghimpunnya dalam suasana penuh cinta.

Sahabatku.

Atas dasar rasa sayang kami ke padamu. Kami bersama-sama merangkai kata ini untuk menulis sepucuk ucapan yang tak berguna ini, kami selalu berdoa dalam segenap hati kami, agar engkau tetap teguh dalam keimanan, dan Allah tak pernah hentinya mencurahkan RahmatNya padamu.

Sahabat…

Pernahkah kau berpikir mengapa Allah mempertemukan kita? Adakah semua kenangan indah yang kita alami terjadi begitu saja. Aku tak kuasa membendung butiran kisah hidup bersamamu bila merenungi semua ini. Engkau selalu menuntun kami dalam melaksanakan banyak hal.

Sahabat….

Ingatlah selalu tentang indahnya kebersamaan kita..jangan engkau pernah lupakan bagaimana kita tertawa sambil makan es cream bersama ketika kita jalan-jalan di UGM.

Sahabatku, yang jiwamu selalu terpancar cahaya keimanan

Bila bisa memilih, kami semua ingin selalu bersama-sama denganmu, mendengarkan cerita – cerita indahmu, atau menghiburmu kala kau sedang berduka dan engkau selalu menghibur kami di kala kami berduka. Tapi, aku mengerti bahwa sang Khaliq telah menyiapkan skenario terindahnya untuk kita, sehingga Tak ku risaukan lagi apapun takdir Tuhan tentang kita nantinya, bisa mengenalmu saja aku sudah sangat bersyukur. Aku bersyukur karena Allah telah menghadirkan dirimu pada sepotong mozaik hidup kita yang singkat ini. Sepotong kenangan indah bersamamu, mampu mencerahkan setiap langkah kita.

Sahabatku…

Ku harap engkau selalu dalam kebaikan, jagalah selalu shalatmu, tilawahmu, serta lisanmu. Sehingga para malaikat menyaksikan engkau sebagai hambaNya yang sempurna dalam keimanan. Sahabatku, ku harap pula agar engkau selalu menjaga akhlakmu di manapun engkau berada, serta kepada siapapun, kepada orang yang muda ataupun tua, bahkan kepada orang – orang yang membencimu sekalipun.
Begitu juga diriku, ku mohon agar engkau selalu mendoakanku. Agar kita bisa menjadi pribadi yang menawan karena akhlak dan ilmu.

Sahabatku..

Seterjal apapun perjalan yang kau tempuh, sepahit apapun kisah yang kau rasa. Ku mohon padamu, janganlah pernah berpaling dari cahayaNya. Yakinlah, bahwa engkau tak pernah sendiri, Allah dengan segala kemurahanNya akan selalu membimbingmu, asal dirimu selalu menjaga waktu untuk selalu dekat padaNya.

Sahabatku, yang karena Allah aku merindukanmu.

Inilah sepucuk tulisan yang ku tulis untukmu, ku tulis dengan hati yang ikhlas, dengan jiwa yang basah. Semoga setelah engkau membacanya, semakin terjalinlah rasa persahabatan kita. Dan semakin semangat pula ikhtiar kita menuju jalanNya. Semoga Allah menghimpun kita di taman – taman surganya, seperti janji suci yang telah kita ikrarkan.

Sahabat….

Kami semua berharap..agar engkau lebih lama bersama kami..kami semua butuh akan segala bimbingan dan nasihat dari di rimu..

Wassalam.



Minggu, 03 Januari 2010

d'oa

Doa: Aku Memohon Kepada-MU...

oleh. Santri Tpa Al-Muthmainnah

Ya Allah...

Aku berlindung dengan ridha-Mu dari murka-Mu,
aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu,
dan aku berlindung dengan-Mu dari-Mu.

Ya Allah...

sesungguhnya aku pasrahkan diriku kepada-Mu,
aku hadapkan wajahku kepada-Mu,
aku serahkan urusanku kepada-Mu,
aku sandarkan punggungku kepada-Mu,
tidak ada tempat bersandar
dan tempat menyelamatkan diri dari-Mu kecuali kepada-Mu.

Ya Allah...

dengan pengetahuan-Mu tentang yang ghaib
dan kekuasaan-Mu atas segala makhluk,
hidupkan aku jika Engkau mengetahui bahwa
hidup itu lebih baik bagiku
dan wafatkan aku jika mati itu lebih baik bagiku.

Aku memohon kepada-Mu perasaan takut kepada-Mu
baik dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.

Aku memohon kepada-Mu ucapan yang benar
ketika ridha maupun marah.

Aku memohon kepada-Mu kesederhanaan
ketika miskin maupun kaya.

Aku memohon kepada-Mu kenikmatan yang tiada habis.
Aku memohon kepada-Mu penyenang hati yang tiada terputus.
Aku memohon kehidupan yang ringan setelah kematian.
Aku memohon kepada-Mu kelezatan memandang wajah-Mu.
Dan
Aku memohon kepada-Mu kerinduan berjumpa dengan-Mu
tanpa kesengsaraan yang membahayakan
dan tanpa fitnah yang menyesatkan.

Ya Allah...

Hiasilah kami dengan perhiasan iman
dan jadikan kami orang-orang yang memberi petunjuk
dan yang mendapat petunjuk.

Amien.

masjid sayang masjidku malang


“Masjid”….taukah anda ?????

Oleh: Cah @ngon CoMuniTy

“Masjid”…..ketika kita dengar sebuah kata itu pasti dalam benak kita semua mengatakan kalau itu pasti tempat ibadah orang-orang islam. Dalam realita saat ini kita banyak menjumpai di beberapa masjid banyak yang di salah gunakan sebagai tempat cangkruan semata, merokok sambil bermain gitar. Rumah Allah yang semestinya di gunakan untuk ibadah tapi sekarang menjadi tempat srabutan…, Astagfirullahal adzim….
Kita harus ingat “kalau kita hidup di dunia hanya mampir ngombe (jawa: numpang minum), tak ada yang kita banggakan di dunia ini, pangkat, istri/suami yang sempurna, harta itu semua akan kita tinggalkan, banyak dosa yang telah kita lakukan tapi sering kita tak pernah merasa akan hal itu.
Kadang malah kita merasa bangga ketika melakukan dosa..
Kenikmatan di dunia bisa kita ukur ketika kita makan, kita merasakan kenikmatan hanya cuma dalam kecapan di mulut kita dan ketika makanan itu sudah tertelan hilang sudah kenikmatannya. Dan yang tersisa adalah kotoran yang menjijikkan..

tetap semangat

“TPA AL-MUTHMAINNAH”
Gerbang peradaban masa depan


oleh: Farhan al-muthmainnah

Zaman yang semakin lama, semakin rusak moral manusia, yang ketika itu di biarkan akan menjadi malapetaka di kehidupan ini. Lembaga taman pendidikan Al-Qur’an, itulah upaya dari sebagian orang untuk memperbaiki akhlak generasi masa depan, kesadaran setiap orang tua untuk lebih di tingkatkan dalam mendukung kegiatan ini. Mungkin banyak dari persepsi orang tua kalau “tidak ada gunanya TPA kalau nanti dewasa tidak dapat kerja yang enak”. Itulah persepsi yang salah, jikalau akhlaknya baik pastilah nanti dalam kehidupan akan mendapatkan banyak manfaat. Manusia hidup di dunia adalah menanam, jikalah tanaman yang kita tanam baik pastilah kita akan memanen dengan baik, tapi jikalah tanaman yang kita tanam jelek kita juga akan memanen yang jelek pula. Begitupula dengan anak-anak, jikalah orang tua mendidik dengan baik, kelak nanti dewasa akan menjadi anak yang sholeh dan sholehah yang patuh dan berbakti kepada orang tua, tapi ketika anak salah dalam mendidik kelak nanti dewasa akan buruk akhlak kepada orang tua. Tentunya setiap orang tua berharap ketika meninggal dunia akan selalu mendapat kiriman do’a dari si anak. Di dalamm hadits di jelaskan “ketika meninggal amal seseorang akan terputus kecuali shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh/sholehah.”
Salah satu upaya untuk memperbaiki/ mendidik anak agar baik moralnya dan lebih santun adalah dengan adanya lembaga pendidikan Al-Qur’an seperti yang sudah ada di masjid al-Muthmainnah, disini anak-anak diajarkan bagaimana tata cara yang baik kepada orang tua, belajar do’a-doa harian, belajar surat-surat pendek, membaca Al-qur’an, tata cara sholat yang baik dll.
Harapan masa depan bagi-bagi anak-anak tentunya adalah harapan yang cerah, sebuah harapan tanpa adanya usaha tidak akan sampai, oleh sebab itu salah satu usaha yang paling utama adalah perbaikan akhlak kepada anak-anak yang disini peranan orang tua sangat di butuhkan, dengan di awali adanya Akhlak yang baik insyaAllah 50% harapan sudah kelihatan akan sebuah kesuksesan.
Anak-anak adalah anugerah dari Allah yang paling berharga, perubahan demi perubahan bangsa ini menjadi lebih maju ada di tangan anak-anak.

wejangan

Kadang manusia tidak pernah sadar betapa indahnya kehidupan ini…banyak orang yang sering membanyangkan bahwa hidup gak ada fariasinya,,,berangkat kerja pulang tidur dan besoknya kerja lagi..seolah-olah hidup ini adalah permainan belaka…bahkan manusia juga mengalami yang namanya mati…kalo kita berfikir dengan fikiran yang pendek tentunya yang timbul adalah rasa pesimis yang berkepanjangan….
Oleh sebab itu…ayolah kawan kita bangkit…bangkit dari lamunanmu yang gak jelas…menuju kenyataan hidup yang sebenarnya…..

(Farhan ibn Ahmadi)

Sabtu, 26 Desember 2009

prestasi santri


SELAMAT DAN SUKSES KEPADA SANTRI TPA AL-MUTHMAINNAH

KEPADA ANANDA ARUM YANG TELAH
MENDAPAT JUARA 1 (SATU) TINGKAT TQA SE KECAMATAN GONDOKUSUMAN DENGAN NILAI TERBAIK

DAN KEPADA ANANDA ERLITA QORI' YANG TELAH MENDAPAT JUARA 1 (SATU) TINGKAT TPA
SE KECAMATAN GONDOKUSUMAN DENGAN NILAI TERBAIK





Al-Muthmainnah

Al-Muthmainnah